Selasa, 22 November 2011

NASA tunda peluncuran penjelajah Mars terbesar


Headline
NASA mengumumkan bahwa mereka menunda peluncuran kendaraan penjelajah Mars terbesar ke Planet Merah tersebut.Pihak agensi luar angkasa tersebut mengatakan bahwa mereka menunda peluncuran kendaraan penjelajah terbesar tersebut hingga 26 November.
"Penundaan ini akan memungkinkan tim kami untuk memindahkan serta mengganti baterai sistem penerbangannya," ujar pihak NASA dalam sebuah pernyataannya. Demikian seperti yang dikutip dari ST.
Peluncuran kendaraan yang dikenal dengan nama Curiosity tersebut direncanakan akan mengambil waktu pada pukul 10:02 (1502 GMT), Sabtu 26 November di Cape Canaveral Air Force Station, Florida.
Curiosity sendiri adalah sebuah kendaraan robotik yang dilengkapi dengan kamera video dan banyak perangkat mobile untuk menganalisa batu dan tanah di planet Mars.

Mesir kuno telah mengenal gel rambut

Peradaban mesir kuno ternyata telah mengenal gel rambut, salah satu kunci hair styiling dari kehidupan modern saat ini. Hal ini ditemukan setelah arkeolog dari KNH Center for Biomedical Egyptology di University of Manchester Inggris, Natalie McCreesh dan rekannya meneliti mumi dari masa Mesir Kuno.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/23/1942468620X310.jpg

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa gel rambut dipakai agar rambut tetap tertata, baik selama hidup maupun mati. McCreesh mengambil sampel 18 mumi.

Mumi yang tertua berusia 3500 tahun, namun rata-rata diekskavasi dari kompleks pemakaman Dakhleh Oasis di Western Desert dan berasal dari masa Greco Roman, kira-kira 2300 tahun yang lalu.

Umur manusia yang dimumikan bervariasi dari 4-58 tahun. Sebagian manusia tersebut dimumikan secara artifisial sementara yang lain termumikan secara alami dengan pasir yang menguburnya.

Kesimpulan bahwa manusia Mesir Kuno telah memakai gel dibuat karena analisis dengan mikroskop elektron menunjukkan bahwa ada 9 rambut mumi yang dilapisi oleh substansi misterious mirip lemak.

Setelah diteliti dengan kromatografi dan spektrometri massa, diketahui bahwa substansi itu mengandung asam lemak rantai panjang termasuk asam palmitat dan asam stearat. Hasil ini dipublikasikan di Journal of Arachaeological Science.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa substansi itu ditemukan di mumi yang diawetkan secara natural maupun artifisial.

Substansi juga ditemukan baik pada mumi perempuan maupun laki-laki. Dalam analisis, peneliti tidak menemukan resin dan material pembalsaman di rambut, menunjukkan bahwa rambut dilindungi dan ditata terpisah.

"Mungkin mereka tahu kalau rambut tak akan terdegradasi seperti bagian tubuh lain," kata McCreesh.

Menanggapi kesimpulan penelitian, John Taylor, kepala koleksi mumi di British Museum mengatakan bahwa ide bahwa manusia Mesir Kuno memakai gel rambut itu mungkin saja. "Rambut adalah simbol status," katanya.

Namun, sejauh ini, teks dari masa Mesir Kuno yang telah dianalisis tidak pernah menyebut adanya pemakaian gel rambut, walaupun pemakaian minyak wangi dan lotion di tubuh telah diketahui. Taylor mengungkapkan, "Kuncinya sekarang ada pada wig Mesir Kuno. Rambut kadang-kadang dilapisi dengan bees wax."

Menurut Taylor, wig itu telah ditemukan di makam Mesir Kuno sejak, diperkirakan sangat mahal dan hanya dipakai kalangan terbatas atau yang dihormati. "Sebagian besar mumi yang saya lihat menggunakan rambut asli," tambah Taylor seperti dikutip Nature.

Gel rambut yang dimaksud mungkin bees wax. McCreesh sendiri mengatakan bahwa ia tidak tahu apakah gel rambut yang dimaksud adalah bees wax atau bukan.

Namun, ia mengatakan bahwa jika itu adalah bees wax, akan sangat sulit dibilas dibandingkan dengan lemak hewan. Untuk memastikannya, saat ini Creesh akan berencana menganalisa senyawa lebih lanjut serta mengetahui resep pembuatan gel rambut kuno ini.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa dengan gel rambut yang dimaksud, orang Mesir Kuno bisa membuat beragam gaya, mulai pendek panjang, keriting ataupun lurus dan sebagainya.

Sekali lemak dipakai, rambut dijamin takkan berubah gaya. Keriting akan tetap keriting. "Anda bisa membayangkan bagaimana mereka ketika hidup, menata rambut dan mengeritingnya," kata McCreesh.

Inikah wujud tengkorak alien ?

Sebuah tengkorak ditemukan di Andahuaylillas, selatan Provinsi Quispicanchi, Peru. Tengkorak itu begitu aneh, berukuran hampir 50 cm, sehingga beberapa kalangan bertanya-tanya, inikah tengkorak alien?

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/21/0907548620X310.jpg

Renato Davila Riquelme yang bekerja di Museum Privado Ritos Andinos, penemu tengkorak itu, mengatakan bahwa meski mirip manusia, lubang mata tengkorak jauh lebih besar dari tengkorak manusia mana pun.

Keanehan lain, ada bagian lunak di tengkorak, disebut fontanelle, yang biasa dijumpai pada bayi. Meski demikian, tengkorak memiliki dua gigi geraham besar yang hanya didapati pada manusia dewasa.

Riquelme mengatakan bahwa tiga antropolog dari Rusia dan Spanyol telah datang ke museumnya. Mereka sepakat bahwa tengkorak itu bukan milik manusia.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/21/0909577620X310.jpg

"Meski evaluasi masih dangkal, bisa dipastikan bahwa fitur-fiturnya tidak merujuk pada etnis apa pun di dunia," kata Riquelme seperti dikutip Daily Mail.

Analisis lebih lanjut akan dilakukan. Adanya sisa bola mata pada bagian kanan lubang mata di tengkorak memungkinkan ilmuwan melakukan analisis DNA untuk memastikan apakah tengkorak itu benar-benar milik alien.

Selain tengkorak ini, ditemukan pula fosil lain yang sudah terkesan tak berwajah. Fosil itu dibungkus oleh sebuah lapisan sebagaimana layaknya plasenta.

Meski beberapa kalangan menduga bahwa tengkorak ini milik alien, sebenarnya ada penjelasan lain. Di masa lalu, ada praktik memanjangkan kepala untuk tujuan status sosial.

Pembentukan biasanya dilakukan dengan membungkus kepala menggunakan kain secara ketat. Sementara itu, praktik membuat kepala lebih datar dilakukan dengan kayu.

Biasanya, pembentukan dilakukan pada saat bayi karena kepala masih lunak. Pembentukan bisa dimulai satu bulan setelah bayi lahir dan berjalan hingga 6 bulan sesudahnya.

Senin, 21 November 2011

Ilmuan lacak unicorn laut




Headline
Perairan super dingin Arktik menjadi rumah hewan mistis yang sering dijuluki ‘unicorn laut’ sejak lama. Kini, untuk pertama kalinya, ilmuwan melacak hewan menakjubkan ini.
Hewan yang umumnya dikenal dengan nama Narwhal ini hanya ada 50-80 ribu di Nunavut, Kanada. Ilmuwan kini berupaya melacak hewan ini untuk mempelajari hewan ini lebih lanjut guna mengetahui mengapa populasinya terus menurun.
“Meski kami berupaya keras lebih memahami narwhal selama tujuh atau delapan tahun terakhir, cara memasang radio satelit pada hewan ini baru saja ditemukan dan kita akan mengetahui tempat mereka pergi dan makan,” papar spesialis spesies Arktik Pete Ewins dari WWF.
Dari data yang diperoleh, para ilmuwan mengaku akan menggunakannya untuk mengetahui ketebalan es Arktik mempengaruhi perilaku mereka.
“Kami khawatir perubahan pada es laut, kapal yang berisik dan ledakan dari uji minyak dan gas akan mempengaruhi hewan ini,” katanya seperti dikutip Foxnews.

Penghambat bumi berevolusi

 
Headline

Sebuah studi terbaru menemukan ‘dalang’ penghambat terjadinya evolusi di Bumi tertutama pada hewan. Apa itu?
Para peneliti menemukan, laut di Bumi awal sangat beracun dan membuat hewan sulit bertahan hidup. Menurut peneliti University of Southern Denmark, tingginya tingkat sulfida di laut 750 juta tahun silam membuatnya membuat dasar laut menjadi tak bisa ditinggali.
Hasil baru yang diterbitkan di jurnal Earth and Planetary Science Letters menyatakan, kondisi laut bertanggung jawab atas kemunculan kehidupan hewan di Bumi pada masa depan.
Hasil ini diketahui dari komposisi batuan sedimen dari Grand Canyon yang terbentuk di laut 750 juta tahun silam.
Analisa pelacakan elemen molybdenum pada batu menunjukkan, laut kuno memiliki kadar sulfida yang sangat tinggi dan molybdenum yang sangat sedikit di mana elemen ini larut dalam air beroksigen. Keberadaan sulfida membuat tingkat oksigen laut menjadi rendah seperti dikutip DM.

Ditemukan sarang bayi dinosaurus di Mongolia

Bukti ini menunjukkan mereka mungkin telah diserbu oleh badai pasir” kata peneliti


Sarang bayi dinosaurus (livescience.com)

Sebuah sarang yang berisi 15 fosil dinosaurus terbongkar di Mongolia. Penemuan dinosaurus dari keluarga Triceratops itu menunjukkan bahwa binatang pemakan tumbuhan tersebut mungkin saat itu sedang melindungi anak-anaknya.

Fosil dinosaurus yang ditemukan tersebut dinamakan Protoceratops Andrewsi, seekor herbivora seukuran domba yang hidup sekitar 70 Juta tahun yang lalu, yang diketahui berembel-embel di belakang kepalanya. Dalam sarang tersebut bayi tersebut panjangnya sekitar 4 sampai 6 inchi (setara dengan 10 sampai 15 cm) dan lemungkinan berusia lebih dari satu tahun.

“Bukti ini menunjukkan mereka mungkin telah diserbu oleh badai pasir,” sebut David fastovsky, peneliti vertebrata paleontologist di Universitas Rhode Island seperti dikutip dari LiveScience.

Pembakaran di jantung gurun Gobi, yang mana sarang tersebut ditemukan telah terbukti bahwa daerah tersebut kaya fosil di masa lalu, termasuk pertarungan dinosaurus. Tempat tersebut juga merupakan tempat dikuburkannya Velciraptor dan Protoceratops yang terkunci dalam pertarungan.
Situs ini dan batu pasir mengubur dinosaurus tersebut, daerah tersebut yakni daerah ERG. Bukit pasir tertiup angin bidang sedikit seperti bagian Sahara. Bukit pasir di situ mungkin telah mencapai setinggi 80 kaki (24 meter).

Ini merupakan penentuan pertama dari sarang Protoceratops yang dibongkar, meskipun para peneliti telah menemukan apa yang mereka kira sebagai sarang Proto ceratops sejak 1920 an, dengan membuka telur yang mengungkapkan bahwa mereka benar telah memiliki dinosaurus lain, Oviraptor, mahluk yang sebelumnya diduga mengintai di sekitar telur untuk memakan mereka.

Fakta penemuan bayi dinosaurus menunjukkan bahwa Protoceratops mungkin melindungi bayi mereka selama tahap masa pertumbuhan. Selain itu, Protoceratops merupakan bagian dari dinosaurus primitive, ceratopsian, yang semakin menunjukkan bahwa sarang dan kepedulian induk telah ditemukan ciri-ciri ceratopsians lainnya, seperti Triceratops.

“Ini cukup mengejutkan bahwa ada 15 Protoceratops remaja di sini yang tampaknya sangat terawatt,” kata fastovsky. “Tapi mereka hidup dalam lingkungan keras, jadi mungkin tingkat kematian yang tinggi,” tambahnya.


Rekonstruksi Ekosistem

Peneliti akan merekonstruksi ekosistem dimana Protoceratops tinggal untuk lebih memahami kehidupan mereka dan mengapa mereka mengadopsi strategi dari keluarga mereka.

“Kita tidak mengetahui apa yang mereka makan pada saat itu, kami juga tidak mengetahui tumbuhan yang hidup pada saat itu,” uajrnya. Ia menambahkan bahwa hal itu lebih produktif daripada apa yang bisa kita harapkan dari bidang bukit pasir, mengingat betapa banyak fosil ditemukan di sana.

Penemuan ini secara detail ditulis di Jurnal Paleontologi terbitan November

Astronot india kembali membuktikan kebenaran ucapan Neil Armstrong tenntang kota bercahaya

Sebuah pesan pendek tersebar tentang kabar masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi ke bulan pada 2 Juli 2007 lalu.

Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot asal Amerika Serikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan. Apakah ini berita bohong? Yang jelas pihak NON MUSLIM sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah kabar, bahwa ini berita bohong.

Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit).

Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh saat pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu MAKKAH dan MADINAH.
Sunita mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop, ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Laa Quwwata Illa Billaah.

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah saat gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout? Dikabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.

Beberapa tahun yang lampau, sekitar tahun 1970, Neil Amstrong pernah mengalami hal serupa saat mendaratkan kakinya di bulan. Dikabarkan saat itu dia mendengar sebuah suara yang dikemudian hari ia mengenalinya sebagai SUARA ADZAN

Tepatnya saat Neil diundang seminar di Universitas Kairo, Mesir. Di saat dia menyampaikan makalahnya, saat adzan berkumandang menunjukkan waktu shalat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar saat mendarat di bulan.”

Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di universitas itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan tidak lama setelah itu, dia pun menjadi muallaf. Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William belakangan menjadi polemik di masyarakat.

Tetapi bagi kita umat muslim, tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan diri kita bahwa agama Islam adalah benar. Jika kita yakin berada di agama yang lurus, maka yakinlah bahwa hal itu benar. Kita tidak perlu menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agama kita. Percayalah, nama MUHAMMAD SAW sudah cukup besar buat kita dan dunia. Terlepas benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam sepulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya.

Bagaimanapun juga para missionaris (NON MUSLIM) sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, ihwal terdengarnya suara azan di bulan, bukanlah suatu hil yang mustahal ataupun hal yang mustahil. Bisa saja terjadi. Dan Media Barat selamanya tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap bisa "MENGGUNCANGKAN UMATNYA", bukan hanya di AS, tapi juga seluruh dunia.

Dan sekali lagi sejarah membuktikan bahwa sekalipun Islam dituduh sebagai "agama orang bodoh", "agama kampungan", "agama rendahan", "agama orang miskin", atau apapun tuduhannya, tetap saja orang yang berbondong2 mengikutinya rata rata berasal dari orang2 cerdas, orang yang tidak sekedar BERAKAL tetapi juga MEMPERGUNAKAN AKALNYA. Subhanallah, walhamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.